Azan dari Jauh

e767406f-c7ed-41ab-be1e-3f5561534128

Pada suatu sore di abad ke-15.

Baru saja muazin Masjidil Haram di Makkah itu mengangkat tangan hendak memulai azan, tiba-tiba sudah terdengar gaung amat keras dan indah—“Allahu Akbar…”

Azan itu entah disuarakan oleh siapa dan dari mana. Seluruh jamaah bengong. Tetapi Sunan Kalijaga, yang duduk di saf agak belakang, tersenyum. Baca lebih lanjut

Iklan

Pemilu, Golput, Haram

demokrasi la roiba fih

Tulisan ini sekadar mengandaikan bahwa fatwa ulama benar-benar ‘nimbrung’ ke dalam urusan pemilu, pilkada, dan golput dari segala sisi dan kemungkinannya.

Bagi mereka yang serius mempertimbangkan halal-haram dalam menjalani kehidupan, jangankan soal golput, sesendok makanan sebelum masuk mulut dihitung dulu seluruh faktornya sampai sah disebut halal. Beli sebotol air, benda airnya itu sendiri mungkin tak ada masalah, tapi perusahaan apa produsernya, bagaimana asal usul keuangannya, posisinya dalam konstelasi keusahaan masyarakat luas ‘menyakiti’ pihak lain atau tidak. Baca lebih lanjut

Pop Pesantren

e767406f-c7ed-41ab-be1e-3f5561534128

Waktu di pesantren dulu, “lagu pop” Jon adalah suara ngaji Syekh Abdul Basith bin Abdul Shomad yang energetik, stamina tinggi, dan suka melengking-lengking.

Kalau capek belajar, atau istirahat main badminton, Jon rengeng-rengeng (bersenandung lirih)—“Huwalladzi jaʻala lakum al-ardha dzalulan famsyu fi manakibiha…” (Q.S. 67: 15) Baca lebih lanjut

Demokrasi La Roiba Fih

demokrasi la roiba fih

Demokrasi itu Kebenaran Absolut

Hari-hari sibuk memasuki Pemilu tahap pertama April 2009. Aku tak mau ketinggalan kereta kegembiraan untuk berpesta. Aku berusaha maksimal memperlihatkan kepada tetangga kiri kanan lingkungan se-RT bahwa aku adalah warganegara yang baik, aktif dan partisipatoris terhadap hajatan demokrasi Negaraku.

Demokrasi itu harga mati.

Demokrasi itu kebenaran sejati. Baca lebih lanjut

Cemburu Kepada Nabi

e767406f-c7ed-41ab-be1e-3f5561534128

Ada orang yang merasa cemburu kepada para Nabi, misalnya Ibrahim dan Ismail.

“Mereka sih dapat wahyu. Jadi Ismail mau saja disembelih, lha wong itu jelas perintah Tuhan. Lha kita ini cuma punya Wahyu Prasetyo, Wahyu Utomo, atau paling jauh Wahyu Sihombing…” katanya dengan ketus.

Biarlah. Cemburu itu unsur penting dari cinta. Baca lebih lanjut

Demokrasi Yatim Piatu

demokrasi la roiba fih

Demokrasi merupakan puncak pencapaian ilmu, ideologi dan wisdom hasil karya ummat manusia abad 20-21. Demokrasi telah disepakati untuk menjadi satu-satunya “kiblat” dalam urusan kehidupan bernegara dan berbangsa. Hampir tidak ada ketidak-sepakatan terhadap demokrasi.

Semua orang menjunjung demokrasi. Semua orang merasa salah, bodoh dan dekaden kalau ragu terhadap demokrasi. Tidak ada pidato Presiden, bahkan Soeharto, apalagi sesudahnya, yang tak mengerek bendera demokrasi. Tak ada pendapat dalam diskusi, perdebatan dalam talk-show, seminar, disertasi dan tesis, pun pidato Pak Lurah dan Ketua RT, bahkan ketika terbaring sendiri di bilik pribadi, kita bergumam-gumam sendiri “I love you democracy!” dalam pikiran dan hati. Baca lebih lanjut

Qurban dan Korban, Lain Donk!

e767406f-c7ed-41ab-be1e-3f5561534128

“Bahasa membawa budaya!” kata orang.

Lebih dari itu. Bahasa membawa iman. Kata membawa aqidah. Kata memuat konsep dan pengertian keilahian. Umpamanya kata ummat, itu lebih dari sekadar a community. Allah, itu lebih utuh dan mutlak dibanding konsepsi yang terkandung di belakang kata Tuhan. Juga Islam, lebih sempurna dari keselamatan.

Apalagi qurban, yang selama ini ‘diterjemahkan’ menjadi korban. Ia menjadi bukan hanya berbeda, tapi bahkan bertentangan. Dan anehnya, kita bengong saja terhadapnya. Baca lebih lanjut